PALU- Tradisi adat Toraja yang sarat makna kembali menarik perhatian publik saat digelar di Kota Palu. Peristiwa yang terbilang jarang terjadi ini sontak menjadi tontonan para pengendara dan warga yang melintas di jalan raya, karena menghadirkan prosesi pemakaman adat Toraja yang penuh simbol, emosi, dan nilai budaya tinggi.
Pemakaman tersebut merupakan prosesi terakhir bagi salah satu warga Toraja yang meninggal dunia di Palu. Meski berada jauh dari tanah leluhur di Tana Toraja, keluarga tetap melaksanakan upacara adat sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada almarhum.
Salah satu ritual yang mencuri perhatian adalah Ma’palao, tradisi mengangkat dan menggoyang peti jenazah yang diarak di atas bambu. Peti dibawa beramai-ramai sambil digoyang-goyangkan di sepanjang jalan, diiringi sorak dan ekspresi emosional keluarga. Sabtu 27 Desember 2025.
Tradisi ini bukan sekadar arak-arakan, melainkan simbol pelepasan duka, penghormatan kepada leluhur, serta hiburan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pemakaman di kota Palu ini dari rumah duka jalan Pramuka masuk jalan Sudirman ke lampu merah kemudian di naikkan ke ambulance menuju pemakaman Talise.
Dalam prosesi tersebut, peti kerap disiram air dan ditutupi kain merah sebagai penanda masa berkabung.
Tak kalah sakral, ritual Ma’badong turut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian upacara Rambu Solo’. Tarian dan nyanyian kedukaan ini dilakukan dalam lingkaran, di mana para peserta saling mengaitkan jari kelingking, melantunkan syair-syair penuh makna. Syair tersebut berisi kisah hidup almarhum, pujian atas jasa dan kebaikannya, serta doa dan harapan agar arwahnya mendapatkan tempat terbaik dan senantiasa memberkati keluarga yang masih hidup.
Pelaksanaan tradisi Toraja di tengah Kota Palu ini menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya Nusantara tetap hidup dan dijaga, meski berada jauh dari tanah asalnya.
Selain menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi yang berpulang, prosesi ini juga menghadirkan pelajaran tentang nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, dan kuatnya ikatan adat yang terus lestari di mana pun berada.







Komentar