PALU- Dr. Hj. Sitti Asma Ul Husna Syah, S.E., M.M., M.Si., yang akrab disapa Bunda Mima, kini mengemban amanah sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tengah.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2025, menandai babak baru dalam perjalanan panjang pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sosok Bunda Mima bukanlah nama baru dalam birokrasi pemerintahan. Sebelum dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat provinsi, ia telah menorehkan rekam jejak yang kuat di Kabupaten Morowali.
Kariernya dimulai dan ditempa melalui berbagai posisi penting, di antaranya sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) Kabupaten Morowali, kemudian sempat merangkap jabatan sebagai Penjabat (Pj) Kepala BKD Morowali, hingga terakhir dipercaya memimpin Dinas Perpustakaan Kabupaten Morowali.
Perjalanan karier tersebut mencerminkan kapasitas, integritas, serta pengalaman birokrasi yang matang. Tak heran jika penunjukan Bunda Mima sebagai Kepala BKD Provinsi Sulawesi Tengah dinilai sebagai langkah tepat untuk memperkuat tata kelola kepegawaian di lingkup pemerintahan provinsi.
Selain dikenal sebagai birokrat perempuan yang tangguh dan berpengalaman, Bunda Mima juga merupakan kakak kandung dari mantan Penjabat Bupati Morowali, Rachmansyah. Namun, kiprahnya di dunia pemerintahan dibangun dari proses panjang dan dedikasi profesional, bukan semata karena kedekatan personal.
Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman lintas sektor, Bunda Mima menempati posisi strategis di Provinsi Sulawesi Tengah pada momentum penting. Banyak pihak menaruh harapan besar agar kehadirannya di BKD mampu mendorong peningkatan kualitas ASN, profesionalisme birokrasi, serta sistem kepegawaian yang lebih adaptif dan berintegritas.
Perjalanan karier ASN Bunda Mima menjadi bukti bahwa konsistensi, kompetensi, dan pengabdian dapat mengantarkan seseorang pada puncak kepercayaan dalam birokrasi pemerintahan.







Komentar