MAKASSAR- Tim SAR gabungan menemukan jenazah yang diyakini sebagai Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500, pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.20 WITA. Korban ditemukan di lereng curam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Anggota Tim SAR gabungan, Saiful Malik (34), menjelaskan jenazah ditemukan sekitar 100 meter dari titik jatuhnya bagian kepala pesawat, di kawasan jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter. Di sekitar lokasi penemuan, tim menemukan sejumlah serpihan pesawat, termasuk bagian mesin. Identitas korban dipastikan melalui nametag yang masih melekat pada tubuh korban.
“Saat menyisir lereng sebelah kanan, saya melihat bekas pohon dan batu yang pecah. Di situ korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lereng yang sangat curam,” ujar Saiful saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Saiful menuturkan, identifikasi awal dilakukan dari jarak aman mengingat kondisi medan yang berbahaya. Setelah tim Basarnas dan personel lainnya tiba, jenazah dipastikan berjenis kelamin perempuan dan langsung dilakukan penanganan sesuai prosedur SAR.
Korban ditemukan dalam kondisi tubuh relatif utuh dan masih mengenakan pakaian, termasuk seragam ATR. Proses evakuasi sempat menunggu kedatangan kantong jenazah sebelum akhirnya korban dipindahkan menuju jalur utama untuk dibawa turun.
Sementara itu, anggota Tim SAR dari Yonmarhanlan Makassar, Serda Marinir Syamsul Alam (40), menyampaikan bahwa medan pencarian sangat sulit akibat kabut tebal dan jalur yang terjal.
“Jarak pandang hanya sekitar satu meter. Karena waktu sudah sore dan cuaca memburuk, kami sempat mencari jalur alternatif dan mengamankan lokasi,” jelas Syamsul.
Menurutnya, posisi korban ditemukan tidak jauh dari serpihan besar pesawat, termasuk bagian baterai dan mesin. Jenazah sempat tersangkut di kayu, yang diduga mencegah korban jatuh lebih jauh ke jurang.
Akibat kondisi cuaca ekstrem di Gunung Bulusaraung, evakuasi penuh ke posko SAR belum dapat dilakukan saat itu dan menunggu situasi memungkinkan.







Komentar