MORUT- Nama Heru Widodo bukan lagi sosok asing bagi masyarakat Desa Jamor Jaya, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara. Di mata warga, ia bukan sekadar pendatang, melainkan figur pekerja keras yang tumbuh bersama denyut kehidupan desa.
Perjalanan hidupnya tidak instan. Lahir dari latar belakang pendidikan yang mumpuni sebagai sarjana informatika dan alumni kampus ternama di Jawa, Heru pernah mencicipi dunia organisasi sebagai wakil presiden mahasiswa.
Jiwa idealisme itu tak pernah padam, justru terus menyala dalam setiap langkah hidupnya.
Namun hidup membawanya jauh dari kampung halaman. Ia memilih merantau ke Morowali Utara, memulai dari titik yang sangat sederhana: menjadi penyadap karet. Bersama istri dan keluarganya di Desa Jamor Jaya, Heru menjalani hari-hari penuh perjuangan, jatuh bangun membangun usaha dari nol.
Kerja kerasnya bukan sekadar cerita. Warga mengenalnya sebagai sosok ulet dan pantang menyerah. Bahkan, ia membuka usaha toko sembako dan mebel, sambil tetap menyadap karet demi memenuhi kebutuhan hidup.
“Beliau setahu saya orangnya kerja keras. Usaha galon dijalankan sendiri, bahkan tetap menyadap karet,” ungkap salah satu mantan Bhabinkamtibmas Desa Jamor Jaya. (22/3).
Karakter disiplin dan tanggung jawab Heru juga terbentuk dari pengalaman pendidikan semi militer di bawah naungan Pangkalan TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai itulah yang terus ia pegang hingga kini, dalam setiap pekerjaan dan tanggung jawab yang diembannya.
Tak hanya itu, prestasinya pernah menembus level nasional. Ia mewakili Provinsi Jawa Timur dalam ajang bergengsi yang dihadiri negara-negara tetangga dan dibuka langsung oleh Menteri Olahraga saat itu, Andi Mallarangeng. Dalam ajang tersebut, Heru berhasil meraih juara dua melalui presentasi ide bisnisnya, bukti bahwa kapasitasnya tak bisa dipandang sebelah mata.
Seiring waktu, perjuangannya mulai berbuah. Heru kini dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses membangun berbagai lini usaha. Mulai dari jaringan service elektronik seperti “Dukun Handphone”, “Dokter Handphone”, hingga “Sarjana Handphone” yang telah memiliki tujuh cabang di Morowali Utara hingga Morowali. Ia juga mengelola Bengkel Mobil Surabaya Service di jalur poros Korowou, usaha sumur bor, hingga mengambil alih salah satu toko grosir ternama di Beteleme, Sinar Mori.
Tak berhenti di situ, Heru juga terlibat dalam aktivitas perusahaan bongkar muat di lingkungan PT GNI, memperluas kiprah bisnisnya di sektor industri.
Kini, dengan pengalaman dan kematangan dalam mengelola ekonomi keluarga maupun usaha, dorongan masyarakat semakin menguat. Heru Widodo dipandang sebagai sosok yang memahami perjuangan dari bawah, dan memiliki visi untuk membawa perubahan nyata.
Dengan rekam jejak tersebut, tak heran jika namanya mulai disebut sebagai salah satu calon kepala desa paling potensial di Jamor Jaya pada tahun 2026. Sosok pekerja keras, dekat dengan masyarakat, dan terbukti mampu bangkit dari nol—itulah Heru Widodo di mata warganya.







Komentar