PALU- Pelayanan Telkom Indonesia sebagai penyedia IndiHome di Kota Palu kembali menuai sorotan tajam. Keluhan pelanggan terkait gangguan jaringan, khususnya kabel fiber optik, bukan lagi hal baru—melainkan persoalan lama yang terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Di kawasan Jalan Towua II, misalnya, pelanggan kembali dibuat frustrasi akibat jaringan WiFi yang bermasalah. Ironisnya, gangguan seperti ini disebut hampir rutin terjadi setiap dua bulan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Telkom benar-benar serius dalam menjaga kualitas layanannya, atau justru abai terhadap kenyamanan pelanggan?
Upaya pelanggan untuk mendapatkan penanganan pun terkesan berbelit. Saat menghubungi layanan 118 untuk meminta teknisi, jawaban yang diterima hanya sebatas “menunggu jadwal.” Tidak ada kepastian waktu, tidak ada kejelasan prioritas. Kondisi ini mencerminkan sistem layanan yang lamban dan tidak responsif terhadap kebutuhan mendesak pelanggan.
Sebagai perusahaan besar di sektor telekomunikasi, Telkom seharusnya mampu menghadirkan layanan yang cepat, tanggap, dan profesional. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: gangguan berulang, penanganan lambat, dan minimnya solusi permanen.
Jika persoalan seperti ini terus dibiarkan, bukan hanya kepercayaan pelanggan yang terkikis, tetapi juga citra perusahaan yang dipertaruhkan. Sudah saatnya Telkom berbenah, memperbaiki sistem pelayanan, dan tidak lagi membiarkan pelanggan menjadi korban dari ketidakbecusan yang terus berulang.







Komentar