Warda Dg Mamala di Tikungan Terakhir
Penulis: Om Hendly
Target kemenangan Partai Golkar di Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah, H. Arus Abdul Karim, bukanlah mimpi di siang bolong. Ia lahir dari kalkulasi politik yang matang, membaca medan, serta menakar figur yang telah teruji oleh waktu dan kepercayaan rakyat.
Golkar tidak sekadar menargetkan kemenangan di legislatif, tetapi juga menatap kekuasaan eksekutif dengan penuh keyakinan. Restu partai kepada Warda Dg Mamala, yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Morut periode 2025–2030, menjadi penanda arah besar itu. Restu yang sama pula mengalir sebagai legitimasi politik bagi Warda untuk maju sebagai Calon Bupati Morowali Utara pada Pilkada mendatang.
Peluang Golkar semakin terbuka lebar. Dengan perolehan kursi yang memenuhi syarat, skenario pasangan “kuning-kuning” atau sesama kader Golkar bukan sekadar wacana, melainkan opsi rasional yang berdiri di atas fondasi kekuatan parlemen. Ditambah lagi, komunikasi politik Golkar Morut di bawah komando Warda Dg Mamala berjalan cair dan bersahabat dengan partai-partai lain, sebuah modal penting di tengah dinamika politik lokal yang menuntut kecerdasan membaca arah angin.
Pertanyaan mengapa Warda Dg Mamala harus maju, sesungguhnya terjawab dengan sendirinya. Di parlemen, ia telah mencapai puncak karier. Jabatan Ketua DPRD Morowali Utara bukan sekadar simbol, melainkan ruang pembuktian yang telah ia tuntaskan dengan baik. Maka, sudah sewajarnya ia naik kelas, melangkah ke arena eksekutif, membawa pengalaman, ketenangan, dan kepemimpinan yang telah ditempa bertahun-tahun.
Dukungan yang mengalir deras dalam Musda III Partai Golkar Morut pada 27 Desember 2025 menjadi saksi. Di sanalah konsistensi partai diuji dan dijawab, bahwa Golkar tidak meninggalkan kader yang telah berjuang dan memberi hasil nyata.
Jika politik dianalogikan sebagai arena balap motor, maka karier politik Warda Dg Mamala kini berada di tikungan terakhir. Mesin telah panas, lintasan telah dikenali, dan pembalapnya berpengalaman. Tinggal satu tarikan gas menuju garis akhir.
Warda bukan figur biasa. Ia adalah vote getter, pendulang suara Partai Golkar yang telah membuktikan diri di medan elektoral. Keberhasilannya mempertahankan tujuh kursi Golkar di DPRD Morowali Utara dalam dua periode berturut-turut—2019–2024 dan 2024–2029—menjadi bukti nyata kepemimpinan yang solid dan kemampuan merajut kebersamaan kader.
Lebih dari itu, keberanian politiknya berpindah daerah pemilihan dari Dapil II (Bungku Utara, Mamosalato, dan Soyojaya) ke Dapil I (Petasia Bersaudara) bukanlah langkah spekulatif. Di medan baru, ia tetap berdiri kokoh sebagai pemenang. Itu menandakan satu hal: kepercayaan rakyat bukan karena wilayah, tetapi karena figur.
Di tangan Warda Dg Mamala, parlemen Morowali Utara terasa lebih sejuk, perbedaan dikelola dengan kepala dingin, dan kerja-kerja kelembagaan berjalan dalam irama yang kompak. Pengalaman itu kini ditunggu untuk naik level, diterjemahkan dalam kebijakan eksekutif, dan diwujudkan dalam kerja nyata bagi seluruh rakyat Morowali Utara.
Golkar pandai membaca momentum. Dan momentum itu bernama Warda Dg Mamala.







Komentar