Morowali Utara – Kondisi akses jalan menuju Desa Salubiro, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), kembali menjadi sorotan. Meski telah berulang kali mendapat alokasi anggaran perbaikan, ruas jalan menuju wilayah pedalaman itu hingga kini masih rusak parah dan dikeluhkan masyarakat.
Kekecewaan warga bahkan diungkapkan dengan sindiran yang mengundang perhatian.
“Kalau kondisi jalan sekarang ini mirip bubur kacang ijo rasa durian,” ujar salah seorang warga kepada media ini, Jumat (2/7).
Ungkapan tersebut menggambarkan kondisi jalan yang berlumpur, bergelombang, licin, dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun.
Sebelumnya, pada tahun anggaran 2024, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara mengalokasikan sekitar Rp2 miliar melalui APBD untuk proyek peningkatan ruas jalan Uempanapa–Salubiro. Namun hasil pekerjaan tersebut menuai kritik, bahkan Kepala Desa Salubiro saat itu turut menyampaikan kekecewaannya karena kondisi jalan dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Memasuki tahun anggaran 2025 hingga pekerjaan berlanjut sampai Februari 2026, Dinas PUPR Morowali Utara kembali melaksanakan proyek pemeliharaan ruas Lemowalia–Salubiro dengan nilai hampir Rp1 miliar. Sayangnya, proyek tersebut kembali mendapat sorotan karena kondisi jalan saat ini masih jauh dari harapan.
Warga menilai besarnya anggaran yang telah digelontorkan belum sebanding dengan hasil yang dirasakan di lapangan. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendidikan masih sulit dilalui.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan serta memastikan perbaikan jalan dilakukan secara maksimal agar anggaran yang telah dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Yang kami inginkan hanya jalan yang layak. Jangan setiap tahun diperbaiki, tapi setiap tahun juga rusak,” harap seorang warga.







Komentar