Morowali Utara – Proyek pembangunan jembatan di Desa Lemboroma, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, menjadi sorotan, warga menyebut proyek “prank”. Pasalnya, proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut diduga belum rampung dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, pekerjaan pembangunan jembatan itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp199.584.000 dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Momen Konstruksi, dengan kontrak tertanggal 17 September 2025.
Awalnya, masyarakat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut karena diharapkan dapat mempermudah akses, khususnya untuk menyeberangkan hasil kebun. Namun, hingga kini di lapangan baru terlihat tiang jembatan yang berdiri tanpa konstruksi penghubung yang bisa difungsikan.
“Ini proyek cuma tiangnya saja tapi di foto-foto papan proyek oleh dinas terkait,”ujar warga yang enggan namanya di publikasi (22/2)
Sejumlah warga mengaku kecewa karena proyek yang dinilai strategis bagi aktivitas ekonomi masyarakat itu belum memberikan manfaat nyata. Mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memberikan penjelasan sekaligus memastikan kelanjutan pembangunan agar tidak terkesan mangkrak.
Masyarakat juga meminta adanya pengawasan lebih lanjut agar proyek yang menggunakan anggaran daerah benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan dan tepat waktu, sehingga tujuan meningkatkan akses dan kesejahteraan warga dapat terwujud.







Komentar