oleh

Badudin, Terobosannya Buka Akses Jalan Darat Desa Koya yang Selama Ini Terisolir

MOROWALI UTARA – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Morowali Utara yang akan digelar pada 22 Juli 2026 mulai menghangat. Di Desa Koya, Kecamatan Petasia, dukungan terhadap calon kepala desa nomor urut 3, Badudin, yang juga merupakan petahana, dinilai terus menguat menjelang hari pemungutan suara.

Bagi masyarakat Desa Koya, nama Badudin sangat dekat dengan pekerja keras. Selama menjabat sebagai kepala desa, ia dikenal aktif mendorong pembangunan serta membuka keterisolasian desa yang berada di kawasan indah Teluk Tomori tersebut.

Desa Koya sendiri dikenal sebagai salah satu desa wisata dengan pesona hutan mangrove yang menjadi favorit para pecinta olahraga kayak. Selain menawarkan keindahan alam, desa ini juga memiliki homestay yang dapat disewa wisatawan yang datang menikmati panorama Teluk Tomori.

Sebelum berbagai pembangunan dilakukan, Desa Koya merupakan wilayah yang terisolasi. Akses menuju desa hanya dapat ditempuh menggunakan perahu. Di bawah kepemimpinan Badudin, akses jalan darat yang menghubungkan Desa Koya dengan Desa Bunta mulai terbuka. Meski masih membutuhkan pembenahan, keberadaan jalan tersebut menjadi langkah besar bagi mobilitas masyarakat dan perkembangan desa.

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, Badudin juga memanfaatkan dana desa untuk menghadirkan berbagai terobosan. Ia juga berkoordinasi dengan perusahaan di antaranya membuka akses jalan darat sepanjang kurang lebih 14 kilometer, program PLN yang menghadirkan layanan listrik masuk desa kini telah beroperasi di Desa Koya, hingga menyediakan asrama bagi mahasiswa asal Koya yang menempuh pendidikan di Kota Palu.

Berbagai capaian tersebut menjadi alasan sebagian masyarakat menilai Badudin masih layak melanjutkan kepemimpinan demi menuntaskan program-program pembangunan yang telah berjalan.

Meski demikian, Badudin mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan agar konektivitas desa semakin baik.

“Saya cuma berharap Koya ke depannya bisa bersaing dengan desa-desa lain,” ujar Badudin.

Dengan pengalaman memimpin dan sejumlah program yang telah direalisasikan, Badudin kini berpeluang kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan Desa Koya pada Pilkades serentak Morowali Utara 2026.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *