oleh

Natania Sarah Padati Jadi Wakil Morut Lomba Solo FLS3N Tingkat Propinsi

MORUT- Riuh tepuk tangan membelah ruangan. Sorak sorai penonton mengalun seperti gelombang yang tak putus, menyambut langkah kecil yang penuh keberanian di atas panggung. Hari itu, nama Natania Sarah Padati, atau yang akrab disapa Tania, menggema sebagai Juara 1 Menyanyi Solo dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Morowali Utara yang resmi ditutup pada Rabu, 13 Mei 2026.

Mengusung tema “Memuliakan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, ajang yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Utara ini menjadi panggung bagi lahirnya bakat-bakat muda yang berani bermimpi. Di antara deretan penampilan terbaik, suara Tania menjelma cahaya yang paling memukau saat itu.

Siswi SD GKST Kolonodale yang mewakili Kecamatan Petasia tersebut membawakan lagu “Lihatlah Lebih Dekat” milik Sherina Munaf, sebuah lagu yang sarat kisah persahabatan dan kenangan masa kecil.

Namun di tangan Tania, lagu itu bukan sekadar dinyanyikan; ia dihidupkan. Nada-nada tinggi meluncur jernih, penuh penghayatan, seolah mengajak setiap hati di ruangan untuk kembali merasakan hangatnya kebersamaan yang sederhana namun berarti.

Kemenangan ini bukan hanya milik Tania seorang. Ia adalah kebanggaan bagi sekolah, kecamatan, dan Kabupaten Morowali Utara. Di antara kerumunan penonton, dua pasang mata menatap panggung dengan haru yang tak terbendung, Marwan Adriyanto Padati dan Hasriani Muhade. Di sana, putri sulung mereka berdiri tegak, memeluk mimpi yang mulai menemukan jalannya.

Perjalanan Tania belum usai. Ia akan melangkah mewakili Morowali Utara ke tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Meski penilaian dilakukan melalui video yang dikirimkan kepada dewan juri, harapan masyarakat tetap sama: agar setiap nada yang ia nyanyikan dinilai dengan objektif dan transparan, serta indikator penilaian disampaikan secara terbuka.

Sebab bagi Morowali Utara, kemenangan Tania bukan sekadar trofi. Ia adalah bukti bahwa dari panggung kecil di daerah, mimpi besar bisa mulai bernyanyi, dan suaranya mampu menjangkau lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru