Luwu Utara – Komitmen merawat toleransi di Bumi Lamaranginang tidak hanya ditunjukkan lewat kehadiran dalam seremoni keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata. Saat menjabat sebagai Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dikabarkan turut menyisihkan sebagian uang pribadinya untuk membantu pembangunan Gedung Gereja Jemaat Ebenhaezer di Masamba.
Langkah tersebut menjadi simbol kepedulian dan penghormatan terhadap kebebasan beragama di daerah yang majemuk. Bantuan pribadi itu dinilai bukan sekadar kontribusi materi, melainkan pesan moral bahwa pemimpin harus berdiri di atas semua golongan serta memastikan setiap warga mendapatkan hak yang sama dalam menjalankan keyakinannya.

Sejumlah tokoh masyarakat menyebut tindakan itu sebagai cerminan kepemimpinan yang inklusif dan humanis. Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan, sikap tersebut justru memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama di Luwu Utara.
Bagi banyak warga, keputusan menyisihkan dana pribadi untuk mendukung pembangunan rumah ibadah menunjukkan bahwa toleransi tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan konkret.
Kepemimpinan seperti inilah yang kemudian membuat sosok Indah Putri Indriani dikenang sebagai figur yang merawat harmoni dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama dalam membangun daerah.












Komentar