Palu – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Palu kembali menorehkan capaian signifikan dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Seorang terduga bandar sabu yang diduga menyuplai narkotika kepada sopir truk angkutan material tambang emas Poboya berhasil dibekuk dalam operasi yang digelar dini hari.
Penangkapan dilakukan pada Minggu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 Wita di sebuah rumah di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Terduga utama yang diamankan berinisial M.A.A alias A. Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan empat orang lainnya masing-masing berinisial S.B.S, H.B.T, N.B.R, dan I.B.M.
Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan sembilan paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,32 gram. Selain itu, sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran dan konsumsi narkoba juga disita, di antaranya plastik klip kosong, alat hisap (bong), timbangan digital, tas selempang, dompet, serta satu unit telepon genggam iPhone warna kuning.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, M.A.A alias A diduga memperoleh sabu dari seseorang yang belum diketahui identitasnya di wilayah Kayumalue. Barang haram tersebut kemudian diedarkan untuk dikonsumsi sendiri maupun disuplai kepada para sopir truk yang mengangkut material tambang emas di kawasan Poboya.
Seluruh terduga kini diamankan di Kantor Satresnarkoba Polresta Palu guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif, termasuk tes urine serta pendalaman terhadap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 tentang KUHP Nasional.
Polisi menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika, khususnya yang menyasar lingkungan kerja dan sektor vital seperti pertambangan.
Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran narkoba dapat menyusup ke berbagai lini kehidupan, termasuk sektor transportasi dan pertambangan yang memiliki risiko keselamatan tinggi. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkotika.













Komentar