BANGGAI- Peristiwa tragis di Pelabuhan Luwuk menggetarkan masyarakat setelah seorang bocah berusia sekitar tujuh tahun ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam pada Minggu pagi, 11 Januari 2026. Kejadian ini cepat menyebar di media sosial dan memicu gelombang empati, terutama setelah unggahan penuh duka dari Utari Halil, ibu korban.
Kepala KUPP Luwuk, Hasfar, menjelaskan bahwa tidak ada saksi mata yang melihat bagaimana korban jatuh ke laut karena petugas piket sedang mempersiapkan serah terima tugas. “Kami menyampaikan turut berdukacita dan berharap keluarga diberi ketabahan,” ujarnya. Korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Karaton, memunculkan kembali pentingnya pengawasan anak di area berisiko.
Unggahan pertama yang membuat kabar ini viral datang dari Ebi Umar, masyarakat Luwuk, yang menuliskan:
“Anak jatuh di Pelabuhan Tilongkabila samping Kantor Perhubungan Luwuk.”
Komentar penuh keprihatinan pun berdatangan, mulai dari Acin Vira yang menyayangkan kurangnya pengawasan, Rita Rianata yang menggambarkan anak terlihat berusaha bertahan, hingga Andini A. Budjang yang meminta petugas lebih sigap. Sebagian netizen, seperti Nurhajrah Abd Rahman P, mengingatkan agar foto dan video tidak dibagikan ulang demi menghormati keluarga.
Unggahan paling menyayat hati datang dari Utari Halil, yang menuliskan:
“Kasih pulang saya punya anak, kasian… ini baju yang dia pakai.”
Dukungan warganet pun mengalir, mulai dari doa hingga pesan penguatan. Sebelum kabar duka terungkap, Utari sempat mengunggah pencarian anaknya:
“Mintol, siapa tahu ada anak kecil tadi pakai baju tidur biru. Area Tanjung Mintol. Anak saya speech delay.”
Tragedi ini menyatukan warga dalam kepedulian dan mengingatkan pentingnya keselamatan anak di area publik. Banyak yang berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi dan masyarakat dapat lebih sigap ketika melihat situasi darurat.













Komentar