oleh

Usai Daftar Calon Kades Jamorjaya, Heru Widodo Gelar Berbagi

MORUT- Calon Kades Jamorjaya Heru Widodo Daftar di Jumat Berkah, Awali dengan Istikharah dan Sedekah untuk Semua Golongan

MORUT – Niat menjadi pelayan masyarakat diawali dengan langkah spiritual. Calon Kepala Desa Jamorjaya, Heru Widodo, resmi mendaftar pada Jumat berkah, 8 Mei 2026, setelah lebih dulu memohon petunjuk Allah melalui sholat malam Istiqoroh/tahajud hingga berbagi sedekah kepada warga lintas suku dan agama.

Heru menuturkan, keputusannya mendaftar bukanlah langkah yang diambil secara tergesa. Pada malam Jumat sebelum pendaftaran, ia mengawali dengan sholat istiqoroh dan tahajud, memohon petunjuk agar diberi jalan terbaik untuk mengabdi kepada masyarakat Jamorjaya.

“Hati ini ingin memastikan bahwa niat maju bukan sekadar keinginan pribadi, tetapi benar-benar sebagai bentuk ikhtiar untuk kemaslahatan warga,” ungkapnya.

Jumat Berkah Dimulai dari Masjid

Hari ini Heru Widodo memulai dengan sholat Jumat berjamaah. Usai ibadah, ia meminta doa dari imam masjid serta para jamaah agar langkah pengabdiannya diberkahi dan dimudahkan.

Dari masjid, Heru Widodo langsung menuju kantor desa untuk resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa.

Menariknya, setelah proses pendaftaran selesai, ia melanjutkan rangkaian Jumat berkah dengan berbagi sembako kepada warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diberikan tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama, sebagai simbol persatuan di Jamorjaya.

Bantuan disalurkan kepada:
• Janda dari suku Mori beragama Nasrani
• Janda dan anak yatim suku Flores yang sedang berduka (Nasrani)
• Janda dan anak yatim suku Flores beragama Muslim
• Warga sakit dari suku Jawa beragama Muslim

Heru Widodo menegaskan bahwa sedekah ini sengaja diratakan kepada berbagai golongan sebagai pesan bahwa kepemimpinan harus mempersatukan.

“Saya ingin memulai dengan niat merangkul semua. Dari berbagai suku, dari berbagai agama. Karena desa ini milik kita bersama,” ujarnya.

Dalam proses pendaftaran, Heru mendapatkan nomor urut 5. Ia mengaku memilih nomor tersebut sebagai simbol makna Sila ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurutnya, nilai keadilan sosial sejalan dengan semangat pengabdian yang ingin ia bawa untuk masyarakat Jamorjaya.

Hingga saat ini, sudah ada lima calon kepala desa yang mendaftar. Jika petahana turut mendaftar, maka total kandidat diperkirakan menjadi enam orang, menandakan Pilkades Jamorjaya akan berlangsung kompetitif.

Bagi Heru, Jumat bukan hanya hari pendaftaran, tetapi momentum keberkahan bagi umat Muslim untuk memulai niat baik.

“Semoga langkah ini menjadi awal pengabdian yang diridhai Allah dan membawa kebaikan untuk seluruh masyarakat Jamorjaya,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *