KOLONODALE – Ketika sebagian warga Kolonodale mengeluhkan krisis air bersih, Muh. Fauzan Ari Nugraha, S.AP atau yang akrab disapa Fauzan Mamala, memilih turun langsung ke lapangan. Tanpa banyak seremoni dan janji, ia bergerak cepat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, Kamis malam (28/5/2026).
Sebagai langkah darurat, Fauzan menurunkan tiga tangki armada pemadam kebakaran untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kehadiran armada tersebut menjadi solusi cepat agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan.
Namun, bantuan tidak berhenti pada distribusi air semata. Fauzan juga menginisiasi pembangunan jaringan sumber air baru sepanjang sekitar 1,6 kilometer guna menghadirkan solusi jangka panjang bagi warga. Proyek tersebut membutuhkan sekitar 400 batang pipa untuk mengalirkan air ke permukiman masyarakat.
Pada kesempatan itu, sebanyak 100 batang pipa ukuran 2 inci langsung diserahkan kepada masyarakat di wilayah Hol, antara Kampung Bugis dan Korololaki. Sementara 300 batang pipa ukuran 1,5 inci dijadwalkan akan diturunkan dan disalurkan pada hari berikutnya.
Bagi Fauzan Mamala, keluhan masyarakat tidak cukup hanya didengar. Menurutnya, setiap persoalan harus direspons dengan tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kalau masyarakat mengeluh, kita harus hadir mencari solusi. Semoga pembangunan jaringan air ini bisa membantu kebutuhan warga dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga berharap pengerjaan jaringan air tersebut dapat dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat agar prosesnya lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan bersama.
Langkah cepat Fauzan Mamala ini mendapat perhatian warga. Di tengah banyaknya janji yang sering terdengar, masyarakat melihat aksi nyata sebagai jawaban yang paling dibutuhkan.
Saat air bersih menjadi persoalan, yang hadir bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Tidak banyak bicara, tidak banyak berjanji. Ketika masyarakat mengeluh, Fauzan Mamala memilih mendengar, turun tangan, dan mengeksekusi solusi.”ujar warga setempat







Komentar