Morowali Utara— Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) atas keberhasilannya menekan angka kecelakaan kerja di lingkungan operasional perusahaan. Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat Disnaker Sulteng menjadi narasumber dalam Workshop Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang diselenggarakan oleh PT GNI.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Norma Kerja UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnaker Provinsi Sulawesi Tengah, Benny SH menilai bahwa upaya sistematis yang dilakukan PT GNI dalam penerapan K3 menunjukkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja. Penurunan angka kecelakaan kerja dinilai sebagai indikator penting keberhasilan penerapan standar K3 yang mencakup penerapan SOP yang ketat, penggunaan APD standar, pelatihan rutin, dan identifikasi risiko secara berkala.
“Kita apresiasi terkait dengan menurunnya kecelakaan kerja di PT GNI, tapi yang paling penting kita harus tetap aware. Jangan kita lengah karena sudah turun angka kecelakaan kerja,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, Head of Department (HOD) HSE Corp PT GNI Thomas Nicholas menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan nilai fundamental yang terus ditanamkan di perusahaan. Menurutnya, K3 tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan regulasi semata.
“Kami menyadari bahwa K3 ini bukan hanya mencakup kesehatan dan keselamatan kerja. K3 bukan sekadar aturan, tetapi merupakan warisan yang perlu dijaga keberlangsungannya di perusahaan. Budaya K3 harus hidup dan menjadi bagian dari keseharian seluruh pekerja,” ujar Thomas.
Ia menambahkan, PT GNI secara berkelanjutan melakukan peningkatan sistem, pelatihan, serta pengawasan guna memastikan setiap pekerja dapat bekerja dengan aman. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus memperbaiki manajemen risiko serta membangun kesadaran kolektif agar keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, PT GNI menjalin sinergi yang erat dengan pemerintah, khususnya instansi ketenagakerjaan, dalam pengawasan dan evaluasi penerapan K3, sehingga pelaksanaannya tetap selaras dengan regulasi yang berlaku serta standar keselamatan nasional.
“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Benny selaku perwakilan dari Disnaker Provinsi. Kami percaya bahwa sinergi antara regulator dan industri adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem kerja yang akan meningkatkan keselamatan dan mencapai Zero Accident atau Nol Kecelakaan Kerja,” tutupnya.













Komentar