oleh

Delapan Tokoh Pemimpin Morowali Utara Sejak Berdiri Tahun 2013

MORUT- Sejak resmi dimekarkan dan diresmikan pada 23 Oktober 2013, Kabupaten Morowali Utara yang beribukota di Kolonodale telah dipimpin oleh sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam membangun fondasi pemerintahan dan arah pembangunan daerah.

Dari masa awal pembentukan hingga pemerintahan definitif saat ini, setidaknya delapan tokoh pernah mengemban amanah memimpin daerah tersebut, baik sebagai penjabat, pelaksana harian, maupun bupati definitif.

Tokoh pertama yang memimpin Morowali Utara adalah Abdul Haris Rengga. Ia ditunjuk sebagai Penjabat Bupati pertama sejak kabupaten ini diresmikan pada 23 Oktober 2013. Dalam masa kepemimpinannya hingga 27 Oktober 2015, Abdul Haris Rengga berperan penting dalam membangun struktur awal pemerintahan daerah, mulai dari penataan birokrasi hingga pembentukan perangkat daerah sebagai fondasi jalannya pemerintahan di kabupaten baru tersebut.

Setelah masa jabatan Abdul Haris Rengga berakhir, tongkat kepemimpinan sementara dilanjutkan oleh Yalbert Tulaka. Sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara. Yalbert Tulaka memimpin sebagai penjabat bupati pada periode 27 Oktober 2015 hingga 17 Februari 2016, sekaligus mempersiapkan transisi menuju pemerintahan definitif hasil pemilihan kepala daerah pertama di Morowali Utara.

Memasuki era pemerintahan definitif pertama, pasangan Aptripel Tumimomor dan Asrar Abdul Samad berhasil memenangkan Pilkada Morowali Utara 2015. Keduanya dilantik pada 17 Februari 2016 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara. Kepemimpinan Aptripel Tumimomor menjadi tonggak penting dalam pembangunan daerah, dengan berbagai program pembangunan yang mulai dijalankan.

Namun perjalanan pemerintahan tersebut menghadapi duka mendalam ketika Bupati Aptripel Tumimomor meninggal dunia pada 2 April 2020, di tengah situasi pandemi Covid-19. Setelah wafatnya Aptripel, pemerintahan sementara diambil alih oleh wakilnya Asrar Abdul Samad sebagai pelaksana harian sejak 2 April hingga 6 Juli 2020.

Selanjutnya Asrar Abdul Samad secara resmi dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola sebagai Bupati Morowali Utara definitif untuk melanjutkan sisa masa jabatan, yakni dari 6 Juli 2020 hingga 17 Februari 2021.

Setelah masa jabatan tersebut berakhir dan menunggu pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2020 yang masih dalam proses sengketa, posisi bupati sementara diisi oleh Musda Guntur, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Utara. Ia menjalankan tugas sebagai pelaksana harian bupati pada periode 17 Februari hingga 14 April 2021.

Selanjutnya pemerintah menunjuk Yoppie Imanuel Pattiro, seorang pejabat tinggi di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai Penjabat Bupati Morowali Utara untuk memimpin pemerintahan sementara dari 14 April hingga 30 April 2021, sampai kepala daerah terpilih dilantik.

Pada 30 April 2021, pasangan Delis Julkarson Hehi dan Djira Kendjo resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara hasil Pilkada 2020.

Kepemimpinan mereka menandai babak baru pembangunan daerah.
Dalam perjalanan menuju Pilkada Morowali Utara 2024, selama masa kampanye kepala daerah, jabatan bupati sementara diisi oleh Farid M. Yotolemba, seorang aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Setelah proses demokrasi tersebut selesai, pasangan Delis Julkarson Hehi dan Djira Kendjo kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025, melanjutkan kepemimpinan mereka dalam membangun dan memajukan Kabupaten Morowali Utara.

Delapan tokoh ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Morowali Utara. Dari masa pembentukan pemerintahan, transisi kepemimpinan, hingga era pembangunan yang terus berlanjut, mereka telah memberi kontribusi dalam membentuk arah dan perkembangan daerah yang kini terus tumbuh sebagai salah satu kabupaten strategis di Sulawesi Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru