Palu – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidarias Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng) Agus Lamakarate melepas peserta mudik gratis PSI 2026. Total armada yang diberangkatkan sebanyak 68 mobil dan bus serta 158 motor sebagai pemudik mandiri
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, hari ini, Minggu tanggal 15 Maret 2026 secara resmi kami melepas mudik gratis dari DPW PSI Sulteng ,” kata Agus Lamakarate, di kantor DPW PSI Sulteng Jalan Setia Budi Kota Palu, Minggu (15/3/2026).
Agus Lamakarate mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan PSI Sulteng di bulan suci Ramadhan. Bahkan selama bulan puasa ini, PSI Sulteng telah membagikan sebanyak 50 000 paket sembako kepada anggota dan kader partai besutan Kaesang Pangarep di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah.
Mudik gratis ini kata Agus, bagian dari program dan bentuk kepedulian serta komitmen PSI untuk hadir membantu masyarakat Silteng, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan menjelang Idul Fitri.
“Melalui program mudik gratis ini kami berharap masyarakat bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman, serta dapat berkumpul bersama keluarga untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri,” paparnya.
Olehnya Agus berpesan kepada para peserta mudik untuk berhati- hati selama dalam perjalanan utamakan keselamatan.
Terdafar 10 Kabuaten tujuan dari mudik gratis tahun ini. Kesepuluh kabupaten tersebut Banggai Raya 16 mobil rental, 2 bus dan 3 mini bus, Tolitoli, 8 rental, Buol 16 rental, Poso 1 mini bus, Tojo Unauna, 10 mobil dengan rincian 3 mini bus dan 3 rental serta Morowali Raya 6 mini bus. Kemudian ditambah dengan peserta mudik motor mandiri sejumlah 158 unit motor dan 5 unit mobil rental sehingga total peserta mudik sebanyak 750 orang
Sebagai bentuk perlindungan PSI Sulteng membangun kerja sama dengan Asuransi Jasindo.
” Ini bagian dari komitmen serta langkah antisipisi PSI Sulteng kepada 1000 pemudik untuk mendapatkan program perlinďungan selama perjalan mudik,” pungkas Agus yang didampingi Sekwil Husin Alwi dan Bendahara Farid Podungge. ( AGS).












Komentar