MORUT- Lembaga adat Wita Mori kabupaten Morowali Utara (Morut), Dikritik di sosial media terkait rencana Musyawarah Besar (Mubes) adat Wita Mori yang tak kunjung terlaksana.
“Apa Kabar MUBES Adat Wita Mori Morowali Utara,” tulis Harman Jabar Tolule, Sabtu 16 Mei 2026
“Jangan sampai ini hanya menjadi agenda 5 tahunan jelang kontestasi politik saja,sdh 2 tahun di rencanakan tapi tidak kunjung terlaksana ada apa sebenarnya? Sementara panitianya sdh di bentuk dan dan untuk perekrutan taruna Adat bahkan pengurusnya sdh turun sendiri di setiap wilayah. Sampaikan ke kami pengurus adat di tingkat desa apa sebenarnya yg terjadi”
Kritikan ini pedas mengarah ke pengurus Dewan Adat Wita Mori yang dalam programnya akan membentuk taruna adat Wita Mori di desa-desa.
Harman Jabar Tolule diketahui adalah ketua adat desa Kolaka yang selama ini dikenal aktif bersuara untuk kemajuan dewan adat Wita Mori.
Media ini mencoba konfirmasi ke Harman Jabar Tolule namun belum bisa terhubung sampai berita ini tayang. Kami juga konfirmasi ke pengurus dewan Adat Wita Mori, Siwa Tamanampo, juga belum bisa terhubung.
Diketahui dewan Adat Wita Mori sempat berpolemik secara internal terkait dana hibah Pemda Morut senilai 100 juta. Dalam rillis media ini tanggal 19 juli 2025 mencuat polemik soal dana hibah. Dalam potongan surat kami menerima penjelasan terkait dana pembentukan taruna adat yang sudah tersedia. Berikut isinya:
“Disampaikan salam pagi dan harapan besar agar Pa Siwa dapat hadir untuk membicarakan masalah penting organisasi, yaitu dana pembentukan Taruna Adat yang selama ini diurus oleh tim kerja pembentukan, yakni Pa Irwan dan Pa Guslan, yang sudah beberapa kali menghadap Bupati. Saat ini dana awal sebesar 100 juta rupiah telah keluar melalui bagian keuangan dan langsung masuk ke rekening Dewan Adat. Tim kerja meminta agar dana tersebut diserahkan kepada mereka untuk dikelola sekaligus dipertanggungjawabkan. Terima kasih Ketua”
Namun hingga kini kegiatan pembentukan taruna adat di desa belum juga terlaksana.







Komentar