MORUT- Polemik pembentukan taruna adat oleh Dewan adat Wita Mori memunculkan polemik, hingga saling tuding sesama pengurus.
Dari cuitan postingan sosial media Harman Jabar Tolule terkait rencana Mubes dewan adat Wita Mori yang tidak kunjung terlaksana dan pembentukan taruna adat di desa-desa, bendahara umum Dewan Adat Wita Mori, Siwadarman Tamanampo ikut bersuara agar penggunaan dana hibah Pemda Morowali Utara ke Dewan adat Wita Mori agar di periksa.
Kepada media ini, Siwadarman Tamanampo mengatakan bahwa kegiatan yang bersumber dari dana hibah perlu diteliti.
“Memang ini perlu diteliti betul hasil kongkritnya dan juga penggunaan dananya.
Dana taruna adat Tahun 2025 adalah 150 juta dan bapak tolong kalau perlu karna saya belum sempat ambil LPJnya di Kesbang yang dipertanggung jawabkan 100 juta,”tulis Siwadarman (17/5).
Ia juga menegaskan tidak tau menahu dan tidak dilibatkan oleh panitia kegiatan.
“Dana dan kegiatan ini kemarin mereka ambil alih dan saya tidak dilibatkan,”tegasnya
Dewan Adat Wita Mori seharusnya menjunjung tinggi transparansi, mengedepankan kebersamaan dan memberikan teladan kekompakan dan persatuan. Namun faktanya, anggaran 100 juta saja membuat saling curiga.







Komentar