Opini: Dua Sosok Muda dan Pemilik Perusahaan Tambang, Panaskan Dapil “Neraka”
Penulis: Om Hendly
Di panggung politik lokal yang kian dinamis, Petasia Bersaudara kembali diprediksi menjadi arena pertarungan yang paling panas di Kabupaten Morowali Utara. Dapil yang sering dijuluki sebagai “dapil neraka” itu kini diramaikan oleh dua sosok muda dari satu jejaring keluarga besar yang sama: Mamala Group.
Kedua figur ini bukan sekadar politisi muda, melainkan pengusaha tambang yang telah lebih dulu menancapkan pengaruhnya di dunia usaha.
Mereka adalah Haji Akbar, ST dan Fauzan Mamala—dua nama yang kini mulai disebut-sebut akan saling menguji kekuatan di dapil yang meliputi Kecamatan Petasia, Petasia Timur, dan Petasia Barat.
Haji Akbar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Morowali Utara, dikenal sebagai pengusaha tambang yang memiliki rekam jejak kuat di dunia bisnis. Dalam penelusuran yang berkembang di publik, ia disebut sebagai pemilik PT. Multi Global Dimensi (MGD), salah satu perusahaan yang terafiliasi dengan jaringan usaha Mamala Group.
Meski terbilang pendatang baru di panggung politik Morowali Utara, Haji Akbar tidak datang dengan tangan kosong. Pengalaman organisasi dan kemampuannya merangkul kekuatan baru di tubuh PAN Morut membuat namanya cepat diperhitungkan.
Dukungan sumber daya sebagai pengusaha menjadi bahan bakar penting dalam menggerakkan mesin politiknya.
Target PAN pun tidak main-main. Partai berlambang matahari itu membidik kursi unsur pimpinan DPRD Morowali Utara pada periode mendatang—dan Petasia Bersaudara adalah medan ujian utamanya.
Di sisi lain, nama Fauzan Mamala, pemilik dari PT. Mamala Muda Perkasa (MMP) ini, terus menggema di kalangan masyarakat Morowali Utara. Anak muda yang kini menjadi kader Partai Golkar Morut itu dikenal sebagai figur energik yang bergerak aktif di berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.
Fauzan adalah putra dari Haji Mus Dg Mamala sekaligus keponakan dari Ketua DPRD Morowali Utara Warda Dg Mamala. Di kalangan pengamat politik lokal, ia bahkan disebut-sebut sebagai sosok pelapis yang suatu saat akan melanjutkan jejak politik keluarga Mamala di dapil Petasia Bersaudara.
Tak sedikit yang menilai, Fauzan membawa gaya politik yang berbeda. Ia tidak sekadar mengandalkan nama besar keluarga, tetapi juga berani menempuh jalannya sendiri. Dalam berbagai kegiatan sosial, ia dikenal tak ragu mengeluarkan dana pribadi dalam jumlah besar demi mendukung kegiatan masyarakat.
Jika benar dua figur muda dari satu lingkaran keluarga besar ini sama-sama turun gelanggang di dapil yang dikenal keras itu, maka pertarungan politik di Petasia Bersaudara bukan sekadar kontestasi biasa.
Ia bisa menjelma menjadi duel gagasan, pengaruh, jaringan, dan kekuatan sumber daya—sebuah pertarungan yang sejak dini sudah mulai memancarkan bara panasnya.
Petasia Bersaudara sekali lagi bersiap menjadi panggung politik yang penuh kejutan.
Dan di dapil yang sering disebut “neraka politik” itu, dua nama dari keluarga Mamala kini mulai menyalakan mesin politik dengan gayanya masing-masing.












Komentar