oleh

Polres Morut Diminta Segera Periksa Heny Humbu

MORUT- Kerap menyoroti kinerja Anggota DPRD Morowali Utara (Morut) dengan pemberitaan miring, salah seorang wartawati senior di Morowali dan Morowali Utara (Morut) bernama Erni Johan Ba’u (52) mendapatkan ancaman berupa intimidasi perundungan dari kerabat oknum anggota legislatif di Morowali Utara bernama Henny Humbu.

Tidak terima dengan adanya ancaman dan intimidasi serta perundungan, pendiri organisasi Persatuan Jurnalis Morowali (Perstajam) sekaligus anggota Senior Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Morowali dan Morut ini melaporkan kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Morut.

Laporan pengaduan tersebut dilakukan pada Senin, 13 April 2026 dan diterima langsung Banit III Tipidkor Polres Satreskrim Polres Morut, Brigpol Ferdinand Kayupa di Mapolres Morut di Desa Korowou, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Pengaduan Laporan (STTPL) Erni Johan Bau atau biasa disapa Bunda Mega mengajukan surat pengaduan sehubungan dengan terjadinya dugaan peristiwa pengancaman berupa intimidasi yang terjadi pada hari Kamis, tanggal 9 April 2026 sekitar pukul 22.30 wita dan hari Jumat, tanggal 10 April 2026 sekitar pukul 15.30 wita di Desa Beteleme Kecamatan Lembo Kabupate Morowali Utara.

“Pengancaman berupa intimidasi perundungan ini, kalau dugaan saya menyangkut investigasi dan pemberitaan sorotan terhadap oknum Anggota DPRD Morut, Henny Humbu. Kemudian, meledaknya gegara saya buat status di FB,” ungkap perempuan kelahiran Poso, 04 Desember 1973.

Menurut pengakuan Bunda Mega, kronologis ini berawal karna suaminya hadiri duka dirumah Heny Humbu. Kehadiran ini sebagai bentuk empati kepada yang berduka. Namun saat tengah duduk diantara para pelayat, anggota dewan tersebut terlihat menyindir suami wartawan dengan menyebut…”Kok kurang familiar,,,jangan-jangan penyusup”. Ucapan yang dilontarkan didepan banyak orang tentu membuat suami wartawan tidak enak.

Menurut Bunda Mega setelah pulang ke rumah sang suami kemudian bercerita, ia menduga faktor tidak senang ini adalah buntut dari sering dikritiknya kerja oknum anggota DPRD Morut ini. Hal ini membuat Bunda Mega membuat status Facebook.

Ini membuat belasan orang bahkan ada dalam kondisi mabuk datang ke rumah Bunda Mega, dan merasa diintimidasi berujung pada pelaporan polisi oleh wartawan.

Bahkan dalam sebuah video yang diterima redaksi terlihat keluarga Heny Humbu mendatangi tempat tinggal Bunda Mega.

“Jadi mereka mendatangi pondok saya, tambahnya, sambil berteriak, “mana itu wartawan, mana itu wartawan”. Sambil meminta klarifikasi soal status di medsos mengenai oknum anggota DPRD Morut, Henny Humbu.

Kemudian salah satu dari keempat pria itu memperkenalkan diri dan mengaku kalau dirinya adalah kakak dari oknum anggota DPRD Morut, Henny Humbu.

Selanjutnya, kejadian kedua pada hari jum’at, saya kembali didatangi oleh kurang lebih 15 orang. “Kami persilahkan mereka masuk secara baik-baik. Meski mereka datang dengan emosi dan marah-marah terhadap saya dan menuding kalau saya dendam dan menyebut sering memberitakan sorotan terhadap Anggota DPRD Morut, Henny Humbu,” ungkap wartawati media Teraskabar.id.

Adapun sejumlah judul pemberitaan miring yang dimuat di media Teraskabar.id dan status FB yang menjadi pemicu. Diantaranya, pertama, berita berjudul soal-ezra-mboloto-pernyataan-caleg-hanura-heny-humbu-berseberangan-dengan-ketua-tim-pemenangannya. Kedua, judul berita kapolda-perintahkan-kapolres-morowali-utara-lakukan-penyelidikan-soal-tudingan-mendiskreditkan-rohaniawan.

Ketiga, namanya-disebut-esra-caleg-hanura-heny-humbu-diinstruksikan-dpd-morowali-utara-klarifikasi. Keempat, video-mendiskreditkan-para-rohaniawan-pdt-gkst-klasis-beteleme-morowali-utara-angkat-suara. “Untuk status fb saya menyoroti etika Henny Humbu sebagai anggota DPRD Morut,” bebernya.

Atas kejadian ini, lanjut Erni Johan Ba’u, dua anak saya trauma dan ketakutan. Sehingga, saya memutuskan membawa persoalan ini untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian di Polres Morut. “Kami berharap Polres Morut tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap saya dan keluarga,” harapnya.

Sikap anggota dewan ini tidak menunjukan keteladanan saat warga datang ke rumah duka.

Desakan agar Polres Morowali Utara segera memproses kasus ini terus berlanjut. Organisasi wartawan juga meminta dialog dengan DPRD Morut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *