SIGI – Penutupan Paskah Nasional ke-V di Sulawesi Tengah berlangsung hangat dan penuh kesan pada Minggu, 26 April 2026.
Momen istimewa itu terasa semakin menyentuh ketika Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turut membawakan lagu dengan penggalan lirik “Di mata Tuhan kita sama, tiada ada yang berbeda.”
Suara gubernur yang lembut dan penuh penghayatan langsung disambut sorak serta tepuk tangan ribuan peserta. Lagu tersebut seolah menjadi pesan kuat tentang persatuan, kesetaraan, dan toleransi yang menjadi ruh perayaan Paskah Nasional tahun ini.
Suasana kebersamaan terasa begitu kental. Peserta yang datang dari berbagai daerah larut dalam nyanyian, berdiri, dan ikut bernyanyi bersama.
Momen ini tidak hanya menjadi hiburan penutup, tetapi juga simbol kuat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam semangat kasih.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulawesi Tengah akan terus menjadi rumah bagi semangat kebersamaan dan persatuan. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai toleransi sebagai kekuatan utama membangun daerah.
Menurutnya, Paskah Nasional bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momentum mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya. Ia berharap semangat yang lahir dari kegiatan ini dapat dibawa pulang oleh para peserta dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penutupan Paskah Nasional ke-V di Kabupaten Sigi pun berakhir dengan suasana haru, sukacita, dan optimisme. Lagu yang dibawakan gubernur menjadi penyejuk sekaligus penyemangat, meninggalkan pesan mendalam bahwa persatuan dan toleransi adalah kekuatan terbesar bangsa.







Komentar