MORUT- Dalam video yang diterima media ini, Nyaris terjadi aksi pemukulan dalam rapat lembaga adat Desa Taende, Selasa 19 Mei 2026. Oknum guru PPPK inisial O yang terseret kasus dugaan perselingkuhan dengan aparatur desa berinisial A, nyaris dihajar oleh anak kandung A sendiri, inisial V, saat keluar dari balai desa usai sidang adat kedua digelar.
Amarah V disebut sudah memuncak setelah hampir tiga tahun keluarganya menanggung malu akibat hubungan terlarang tersebut. Bahkan sebelumnya, pasangan itu pernah tertangkap warga pada tahun 2022 dan dijatuhi sanksi adat serta denda oleh lembaga adat Desa Taende. Namun keduanya diduga kembali mengulangi perbuatan yang sama.
“Kami yang menanggung malu dan sakit hati. Mama sampai berobat jalan di Poli Jiwa Kodal,” ungkap V dengan nada kecewa kepada media ini, Kamis 21 Mei 2026.
Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat warga Desa Taende dan Ensa. Sementara A dikabarkan menghilang sejak kembali dipergoki warga beberapa hari lalu.
Pihak keluarga meminta BKD dan Dinas Pendidikan turun tangan menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum guru PPPK tersebut. Mereka menilai tindakan yang dilakukan telah merusak rumah tangga dan mencoreng nama baik dunia pendidikan.













Komentar